Cita-citaku


Cita-cita saya adalah menjadi seorang Ahli Sejarah / Arkeolog, jadi pekerjaan ini studinya lebih mempelajari mengenai masa lampau dan peninggalannya. Dan prospek kerjanya lebih terfokus pada bidang penelitian. Yakni penelitian benda-benda arkeologi.



Lalu mengapa saya tertarik untuk menjadi seorang arkeolog?




Alasanya, sejak kecil saya ini termasuk dalam kategori anak yang senang mendengar dan menyimak apabila seseorang bercerita. Dulu, ibu dan guru-guru TK sampai SD sering bercerita tentang berbagai macam cerita-cerita rakyat. Tangkuban Perahu misalnya, nah disamping mengagumi isi ceritannya disana saya juga mengolah fikir. Maksudku, apa benar gunung yang tercipta itu memang berasal dari perahu yang terbalik?

Dan saat tumbuh menjadi semakin besar, dan teknologi semakin maju, disana saya mulai menjelajah sendiri tentang semua hal-hal yang belum bisa terjawab. Apakah yang sebenarnya ada di dasar danau toba? Apa ada mak lampir di gunung berapi? Seberapa akti Gajah Mada?  Dan apa benar candi prambanan berjumlah 99 dengan 1 arca disebut roro jonggrang? Dengan segala rasa penasaran itulah saya memilih jurusan IPS dari pada IPA. Dan untuk menjawab semua pertanyaan yang belum terjawab itu akhirnya saya berinisiatif untuk menjadi seorang Arkeolog. Bukan hanya peninggalan di dunia saja, tapi kelak saya juga akan berkeliling dunia untuk menguak misteri” peradaban kuno dunia.

Upaya yang akan saya lakukan untuk mencapai cita-cita itu adalah:

  • pertama dan paling utama tentunya adalah belajar yang bersungguh-sungguh.
  • Kedua, membaca dari banyak referensi dan berbagai sumber. Karena sejarah bukan ilmu hitung yang dirumus melainkan ilmu yang dibaca, dihafal, dan difahami.
  • Ketiga, sering bertanya dan terus bertanya karena kita tidak akan merasa puas hanya dengan membaca buku.
  • Keempat, belajar dari pengalaman pribadi/kelompok. Karena membaca terus itu membosankan, maka harus diselingi dengan belajar sistem outdoor. Jadi apabila sendang studytour/berwisata sendiri lebih baik kita ambil nilai edukasi disamping senang-senang.

Namun, semua usaha itu tidak ada apa-apanya jika kita tidak pernah ada niat, berdoa, dan restu kedua orang tua.

Dan…jika ditanya apakah impian tergilaku seumur hidup, maka jawabannya adalah aku ingin menjadi Time Traveller. Menemukan mesin waktu dan berkelana menyusuri dimensi ruang dan waktu untuk kembali menyaksikan keindahan alam Indonesia di masa kerajaan.

Komentar